Panduan Lengkap Merawat Tanaman Hias agar Tumbuh Subur dan Indah
Memiliki tanaman hias di rumah atau kantor bukan hanya sekadar tren, melainkan sebuah investasi keindahan dan kesehatan. Tanaman hias mampu menyegarkan mata, membersihkan udara, dan bahkan mengurangi stres. Namun, agar tanaman hias Anda tumbuh subur, lebat, dan selalu memancarkan pesonanya, dibutuhkan pemahaman dan perawatan yang tepat.
Artikel ini akan memandu Anda secara komprehensif, mulai dari memilih tanaman yang tepat hingga tips perawatan lanjutan dan cara mengatasi masalah umum. Mari kita mulai perjalanan Anda sebagai pecinta tanaman yang sukses!
Pendahuluan: Keindahan Tanaman Hias dan Manfaatnya
Tanaman hias telah menjadi bagian tak terpisahkan dari dekorasi interior maupun eksterior. Kehadiran mereka membawa sentuhan alami yang menenangkan dan estetika yang menawan. Lebih dari sekadar elemen dekoratif, tanaman hias menawarkan berbagai manfaat yang seringkali luput dari perhatian.
Manfaat Psikologis Memelihara Tanaman Hias
Memelihara tanaman hias terbukti memberikan dampak positif pada kesehatan mental dan emosional.
- Mengurangi Stres dan Kecemasan: Melihat warna hijau dan berinteraksi dengan tanaman dapat menenangkan pikiran, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi hormon kortisol (hormon stres).
- Meningkatkan Mood dan Konsentrasi: Lingkungan yang hijau dapat meningkatkan suasana hati, energi, dan bahkan kemampuan fokus Anda.
- Meningkatkan Produktivitas: Beberapa penelitian menunjukkan bahwa keberadaan tanaman di tempat kerja dapat meningkatkan produktivitas dan kreativitas.
- Memberikan Rasa Tujuan: Merawat makhluk hidup memberikan rasa tanggung jawab dan pencapaian saat Anda melihat tanaman tumbuh dan berkembang berkat usaha Anda.
Manfaat Lingkungan dari Tanaman Hias
Selain efek psikologis, tanaman hias juga berkontribusi positif terhadap lingkungan di sekitar kita.
- Pemurni Udara Alami: Banyak tanaman hias, seperti Lidah Mertua dan Sirih Gading, dikenal efektif menyaring racun berbahaya di udara seperti formaldehida, benzena, dan trikloroetilen.
- Meningkatkan Kelembaban Udara: Tanaman melepaskan uap air melalui proses transpirasi, yang dapat membantu meningkatkan kelembaban di dalam ruangan, bermanfaat bagi pernapasan dan kulit.
- Mengurangi Debu: Daun tanaman dapat menangkap partikel debu di udara, membantu menjaga kebersihan lingkungan.
- Perdamaian Akustik: Daun tanaman yang lebat dapat sedikit meredam gema dan kebisingan di dalam ruangan.
Dengan segudang manfaat ini, tidak ada alasan untuk tidak mulai merawat tanaman hias. Namun, kuncinya adalah memahami kebutuhan spesifik setiap tanaman agar mereka dapat tumbuh optimal.
Memilih Tanaman Hias yang Tepat untuk Anda
Langkah pertama menuju kesuksesan dalam merawat tanaman adalah memilih jenis yang sesuai dengan kondisi lingkungan Anda dan tingkat komitmen yang bisa Anda berikan. Jangan terburu-buru membeli hanya karena tampilannya cantik.
Kenali Kondisi Lingkungan Anda
Setiap tanaman memiliki preferensi lingkungan yang berbeda. Menyesuaikannya adalah kunci.
1. Intensitas Cahaya
- Cahaya Matahari Langsung: Area yang terkena sinar matahari langsung tanpa penghalang selama beberapa jam sehari (misalnya, di dekat jendela menghadap selatan atau di luar ruangan). Cocok untuk kaktus, sukulen, atau beberapa jenis bunga.
- Cahaya Tidak Langsung Terang: Area yang terang namun tidak terkena sinar matahari langsung (misalnya, di dekat jendela yang ditutupi gorden tipis atau beberapa meter dari jendela menghadap timur/barat). Ideal untuk sebagian besar tanaman hias seperti Monstera, Philodendron, dan Aglaonema.
- Cahaya Rendah: Area yang minim cahaya alami, jauh dari jendela atau di ruangan yang redup. Cocok untuk Lidah Mertua, ZZ Plant (Zamioculcas zamiifolia), atau Sirih Gading.
Langkah-langkah Menentukan Intensitas Cahaya:
- Amati Jendela: Perhatikan arah hadap jendela (utara, selatan, timur, barat). Jendela selatan biasanya paling terang.
- Uji Tangan: Letakkan tangan Anda di antara sumber cahaya dan permukaan. Jika bayangan tangan sangat jelas dan tajam, itu cahaya langsung. Jika bayangan lembut dan agak buram, itu cahaya tidak langsung. Jika hampir tidak ada bayangan, itu cahaya rendah.
- Waktu: Amati bagaimana cahaya bergerak di ruangan Anda sepanjang hari.
2. Kelembaban Udara
Beberapa tanaman tropis menyukai kelembaban tinggi, sementara yang lain lebih toleran terhadap udara kering. Jika rumah Anda cenderung kering (misalnya, karena AC atau pemanas), Anda mungkin perlu meningkatkan kelembaban di sekitar tanaman tertentu.
3. Suhu Ruangan
Sebagian besar tanaman hias dalam ruangan menyukai suhu yang nyaman bagi manusia (sekitar 18-28°C). Hindari area yang terlalu dingin, terlalu panas, atau terkena hembusan AC/pemanas langsung.
Pertimbangkan Tingkat Ketersediaan Waktu
Sejujurnya, seberapa banyak waktu yang bisa Anda luangkan untuk merawat tanaman?
- Perawatan Minimal: Pilih tanaman yang toleran terhadap kelalaian sesekali, seperti Lidah Mertua, ZZ Plant, atau Pothos. Mereka tidak membutuhkan penyiraman atau pemupukan yang terlalu sering.
- Perawatan Sedang: Jika Anda bersedia menyiram seminggu sekali dan melakukan pemeliharaan dasar, banyak pilihan tanaman yang tersedia.
- Perawatan Intensif: Beberapa tanaman eksotis atau bunga tertentu mungkin membutuhkan perhatian harian, penyemprotan kelembaban, atau pemupukan yang lebih teratur.
Pilih Tanaman Sesuai Tingkat Keahlian
- Pemula: Mulailah dengan tanaman yang dikenal "tahan banting" dan pemaaf.
- Menengah: Setelah Anda menguasai dasar-dasar, Anda bisa mencoba tanaman yang sedikit lebih menantang.
- Ahli: Bagi yang sudah berpengalaman, Anda bisa bereksperimen dengan tanaman yang lebih sensitif atau langka.
Contoh Tanaman Hias Populer untuk Pemula
- Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata): Sangat toleran terhadap kelalaian, butuh sedikit air, dan bisa hidup di cahaya rendah hingga terang.
- Sirih Gading (Epipremnum aureum): Mudah dirawat, tumbuh merambat atau menjuntai indah, toleran berbagai kondisi cahaya.
- ZZ Plant (Zamioculcas zamiifolia): Hampir tidak bisa mati! Butuh sangat sedikit air dan toleran cahaya sangat rendah.
- Spider Plant (Chlorophytum comosum): Mudah tumbuh, menghasilkan anakan yang bisa diperbanyak, dan membersihkan udara.
- Peperomia: Banyak varietas dengan daun unik, umumnya mudah dirawat dan tidak butuh banyak air.
Tips Tambahan dalam Memilih Tanaman:
- Periksa Kesehatan Tanaman: Saat membeli, pastikan tanaman terlihat sehat, tidak ada daun menguning/cokelat, tidak ada tanda-tanda hama, dan media tanamnya tidak terlalu basah atau kering.
- Baca Label: Seringkali, tanaman dilengkapi label yang berisi informasi dasar perawatannya.
Pilar Utama Perawatan Tanaman Hias
Setelah memilih tanaman yang tepat, langkah selanjutnya adalah memahami kebutuhan dasar mereka. Ini adalah fondasi dari perawatan tanaman yang sukses.
1. Pencahayaan: Kunci Fotosintesis
Cahaya adalah energi bagi tanaman. Tanpa cahaya yang cukup, tanaman tidak bisa melakukan fotosintesis, proses pembuatan makanan.
Langkah-langkah Memastikan Pencahayaan Optimal:
- Pahami Kebutuhan Tanaman: Cari tahu apakah tanaman Anda butuh cahaya langsung, tidak langsung terang, atau rendah.
- Tempatkan dengan Tepat:
- Cahaya Langsung: Dekat jendela yang tidak terhalang, balkon, atau teras yang terkena matahari pagi atau sore.
- Cahaya Tidak Langsung Terang: Di dekat jendela dengan gorden tipis, beberapa meter dari jendela besar, atau di ruangan yang terang secara keseluruhan.
- Cahaya Rendah: Jauh dari jendela, di sudut ruangan, atau di kamar mandi dengan sedikit cahaya.
- Rotasi Tanaman: Putar pot tanaman Anda 90 derajat setiap beberapa minggu sekali agar semua sisi tanaman mendapatkan cahaya yang merata dan pertumbuhannya tidak miring ke satu sisi.
Tips Tambahan:
- Perhatikan Tanda-tanda Kekurangan Cahaya: Daun menguning di bagian bawah, pertumbuhan memanjang dan kurus (etiolasi), daun baru kecil, atau tanaman tidak berbunga (jika seharusnya).
- Perhatikan Tanda-tanda Kelebihan Cahaya: Daun gosong, bintik-bintik cokelat kering, atau daun memudar warnanya.
- Gunakan Lampu Tumbuh (Grow Light): Jika ruangan Anda sangat minim cahaya alami, pertimbangkan untuk menggunakan lampu tumbuh khusus tanaman.
2. Penyiraman: Jangan Berlebihan, Jangan Kekurangan
Penyiraman adalah aspek paling krusial dan paling sering menjadi penyebab masalah tanaman. Kunci utamanya adalah konsistensi dan tidak berlebihan.
Langkah-langkah Penyiraman yang Benar:
- Tes Kelembaban Media Tanam (Tes Jari):
- Masukkan jari telunjuk Anda sekitar 2-5 cm ke dalam media tanam.
- Jika terasa kering, saatnya menyiram.
- Jika masih lembab, tunggu beberapa hari lagi.
- Ini adalah metode terbaik karena kebutuhan air setiap tanaman dan kondisi lingkungan berbeda.
- Siram Hingga Air Keluar dari Lubang Drainase:
- Siram secara perlahan dan merata ke seluruh permukaan media tanam.
- Terus siram sampai Anda melihat air keluar dari lubang drainase di bagian bawah pot. Ini memastikan seluruh akar mendapatkan air.
- Buang Air yang Menggenang: Jangan biarkan pot terendam air di tatakan bawah lebih dari 30 menit. Air menggenang dapat menyebabkan akar membusuk.
- Kualitas Air: Gunakan air yang sudah diendapkan semalam (untuk menghilangkan klorin) atau air hujan jika memungkinkan. Beberapa tanaman sensitif terhadap klorin atau garam mineral dalam air keran.
Tips Pencegahan Overwatering (Penyiraman Berlebihan):
- Jangan Ikuti Jadwal Ketat: Siram hanya saat media tanam benar-benar kering (sesuai tes jari).
- Pastikan Drainase Baik: Pot harus memiliki lubang drainase yang cukup. Media tanam harus poros.
- Gunakan Pot yang Tepat: Pot tanah liat (terakota) membantu menguapkan kelembaban lebih cepat dibandingkan pot plastik.
- Tanda-tanda Overwatering: Daun menguning, layu meski media basah, daun rontok, bau busuk dari media tanam, atau batang lembek.
Tanda-tanda Underwatering (Kekurangan Air):
- Daun layu dan kering, media tanam sangat keras dan terlepas dari sisi pot, pertumbuhan terhambat.
3. Media Tanam: Fondasi Pertumbuhan
Media tanam bukan hanya penopang, tetapi juga sumber nutrisi, penahan air, dan penyedia udara bagi akar.
Komposisi Media Tanam yang Baik:
Media tanam yang baik harus mampu menahan kelembaban sekaligus memiliki drainase dan aerasi yang baik. Komposisi umum meliputi:
- Tanah (Loam): Memberikan struktur dan nutrisi dasar.
- Sekam Bakar/Mentah: Meningkatkan porositas, drainase, dan sirkulasi udara.
- Kompos/Pupuk Kandang: Sumber nutrisi organik.
- Perlite/Vermiculite: Meningkatkan drainase dan aerasi, serta membantu menahan kelembaban.
- Cocopeat (Serabut Kelapa Halus): Menahan kelembaban dan meningkatkan aerasi.
Langkah-langkah Memilih dan Menggunakan Media Tanam:
- Pilih Media Tanam Siap Pakai: Untuk pemula, beli media tanam khusus tanaman hias yang sudah diformulasikan.
- Sesuaikan dengan Tanaman: Beberapa tanaman (misalnya kaktus/sukulen) membutuhkan media yang sangat poros (lebih banyak pasir/perlite). Tanaman tropis mungkin membutuhkan media yang lebih kaya organik dan menahan kelembaban.
- Kapan Mengganti Media Tanam? (Repotting):
- Setiap 1-2 tahun sekali untuk menyegarkan nutrisi.
- Jika akar sudah memenuhi pot dan keluar dari lubang drainase.
- Jika media tanam sudah padat, keras, atau berbau busuk.
4. Nutrisi dan Pemupukan: Makanan untuk Tanaman
Media tanam menyediakan nutrisi, tetapi seiring waktu akan habis. Pupuk berfungsi sebagai suplemen untuk memastikan tanaman mendapatkan semua yang dibutuhkan.
Mengapa Perlu Pupuk?
Pupuk mengandung nutrisi makro (Nitrogen, Fosfor, Kalium – NPK) dan mikro (besi, magnesium, dll.) yang penting untuk pertumbuhan daun, batang, akar, dan bunga.
Jenis Pupuk:
- Pupuk Organik: Kompos, pupuk kandang, cacing, pupuk cair organik. Lebih lambat dilepaskan, aman, dan meningkatkan kualitas tanah.
- Pupuk Anorganik/Kimia: Pupuk butiran, pupuk cair sintetis. Lebih cepat diserap, formulasi spesifik (misalnya, NPK seimbang, atau tinggi P untuk bunga).
Langkah-langkah Pemupukan yang Tepat:
- Pilih Pupuk Sesuai Kebutuhan:
- NPK Seimbang (misal 20-20-20): Untuk pertumbuhan umum.
- Tinggi N: Untuk pertumbuhan daun yang lebat (misal pada tanaman berdaun hijau).
- Tinggi P dan K: Untuk mendorong pembungaan (jika tanaman Anda berbunga).
- Ikuti Petunjuk Dosis: Selalu baca dan ikuti instruksi pada kemasan pupuk. Lebih baik kurang daripada berlebihan.
- Jadwal Pemupukan:
- Musim Tumbuh: Pupuklah selama musim pertumbuhan aktif (umumnya musim semi dan panas).
- Frekuensi: Umumnya 2-4 minggu sekali untuk pupuk cair, atau sesuai petunjuk untuk pupuk butiran.
- Hindari: Jangan memupuk saat tanaman sedang stres, baru direpotting, atau selama musim dorman (musim gugur dan dingin).
- Siram Sebelum Memupuk: Siram tanaman terlebih dahulu sebelum memberikan pupuk cair untuk menghindari "pupuk bakar" pada akar.
Tips Tambahan:
- Larutkan Pupuk Cair: Jika menggunakan pupuk cair, larutkan ke dalam air sesuai dosis yang dianjurkan.
- Jangan Berlebihan: Pemupukan berlebihan dapat membakar akar dan merusak tanaman.
5. Kelembaban Udara: Penting untuk Beberapa Spesies
Banyak tanaman hias berasal dari hutan tropis dan menyukai kelembaban udara yang tinggi. Udara kering (terutama karena AC atau pemanas) dapat menyebabkan ujung daun mengering atau menghambat pertumbuhan.
Langkah-langkah Meningkatkan Kelembaban:
- Penyemprotan Daun (Misting):
- Semprotkan air bersih (bukan air keran langsung) ke daun tanaman menggunakan botol semprot halus setiap hari atau beberapa kali seminggu.
- Catatan: Metode ini hanya memberikan peningkatan kelembaban sementara dan perlu dilakukan secara rutin.
- Gunakan Nampan Kerikil (Pebble Tray):
- Letakkan pot di atas nampan berisi kerikil dan isi dengan air hingga sedikit di bawah dasar pot.
- Saat air menguap, ia akan meningkatkan kelembaban di sekitar tanaman tanpa merendam akar.
- Kelompokkan Tanaman: Menempatkan beberapa tanaman secara berdekatan dapat menciptakan mikroklimat dengan kelembaban yang lebih tinggi karena transpirasi kolektif.
- Humidifier: Untuk ruangan dengan banyak tanaman yang membutuhkan kelembaban tinggi, humidifier elektrik adalah solusi paling efektif.
6. Suhu: Lingkungan yang Nyaman
Sebagian besar tanaman hias dalam ruangan menyukai suhu yang relatif stabil dan nyaman bagi manusia.
Langkah-langkah Menjaga Suhu Ideal:
- Kisaran Suhu: Usahakan suhu ruangan antara 18-28°C untuk sebagian besar tanaman.
- Hindari Fluktuasi Ekstrem: Jauhkan tanaman dari jendela yang terlalu dingin di malam hari, ventilasi AC/pemanas langsung, atau pintu yang sering terbuka-tutup sehingga menyebabkan perubahan suhu drastis.
- Perlindungan Musim Dingin: Pada musim dingin, pindahkan tanaman dari dekat jendela yang dingin atau pastikan ada penghangat ruangan yang tidak langsung mengenai tanaman.
7. Pot Tanaman: Rumah yang Tepat
Pot bukan hanya wadah, melainkan bagian integral dari sistem perawatan tanaman Anda.
Langkah-langkah Memilih Pot yang Tepat:
- Material Pot:
- Tanah Liat (Terakota): Poros, memungkinkan udara dan air mengalir, membantu mencegah overwatering. Cocok untuk tanaman yang suka media kering di antara penyiraman.
- Plastik: Menahan kelembaban lebih lama, lebih ringan, dan lebih murah. Cocok untuk tanaman yang suka media lembab.
- Keramik/Beton: Berat, menahan kelembaban lebih lama, dan seringkali lebih dekoratif. Pastikan ada lubang drainase.
- Ukuran Pot:
- Pilih pot yang ukurannya sedikit lebih besar dari bola akar tanaman.
- Pot yang terlalu besar akan menahan terlalu banyak kelembaban dan meningkatkan risiko pembusukan akar.
- Pot yang terlalu kecil akan membatasi pertumbuhan akar dan membuat tanaman cepat kering.
- Drainase: Ini adalah hal terpenting. Selalu pilih pot yang memiliki lubang drainase di bagian bawahnya. Tanpa lubang drainase, air akan menggenang dan menyebabkan akar membusuk.
Tips Tambahan:
- Gunakan Tatakan Air: Selalu letakkan tatakan di bawah pot untuk menampung air sisa penyiraman, tetapi jangan biarkan air menggenang terlalu lama.
- Bersihkan Pot Bekas: Jika menggunakan pot bekas, pastikan untuk membersihkannya secara menyeluruh untuk mencegah penyebaran penyakit atau hama.
Perawatan Rutin dan Pemeliharaan Lanjutan
Selain pilar utama di atas, ada beberapa rutinitas dan perawatan lanjutan yang akan membuat tanaman Anda lebih sehat dan indah.
1. Pemangkasan (Pruning): Merangsang Pertumbuhan dan Bentuk
Pemangkasan bukan hanya untuk estetika, tetapi juga penting untuk kesehatan tanaman.
Langkah-langkah Pemangkasan yang Benar:
- Kapan Harus Memangkas?
- Daun Mati atau Menguning: Pangkas segera untuk mengalihkan energi tanaman ke bagian yang sehat.
- Cabang Kurus atau Tidak Sehat: Untuk merangsang pertumbuhan baru yang lebih lebat.
- Pembentukan: Pangkas untuk menjaga bentuk tanaman agar tetap rapi dan menarik.
- Merangsang Percabangan: Pangkas pucuk tumbuh (ujung batang) untuk mendorong tanaman bercabang di bawahnya.
- Bagaimana Memangkas?
- Gunakan gunting tanaman atau pisau tajam dan bersih (sterilkan dengan alkohol).
- Pangkas tepat di atas buku (nodus) daun atau tunas baru.
- Untuk daun mati, pangkas serapi mungkin di pangkal batangnya.
- Jangan Berlebihan: Jangan memangkas lebih dari 20-30% bagian tanaman dalam satu waktu, karena ini bisa membuat tanaman stres.
Tips Tambahan:
- Pemangkasan Musiman: Lakukan pemangkasan lebih berat di awal musim tumbuh (musim semi) untuk mendorong pertumbuhan baru yang kuat.
2. Repotting (Penggantian Pot): Memberi Ruang Bernapas
Repotting adalah proses memindahkan tanaman ke pot baru, biasanya yang lebih besar, atau mengganti media tanamnya.
Tanda-tanda Tanaman Perlu Repotting:
- Akar keluar dari lubang drainase di bagian bawah pot.
- Pertumbuhan tanaman melambat atau terhenti.
- Tanaman cepat kering setelah disiram.
- Akar terlihat melingkar padat di sekitar bola akar (root-bound).
- Media tanam sudah padat, berkerak putih (endapan mineral), atau berbau busuk.
Langkah-langkah Repotting:
- Siapkan Pot Baru: Pilih pot yang ukurannya sedikit lebih besar (sekitar 2-5 cm lebih lebar) dari pot sebelumnya, dan pastikan ada lubang drainase.
- Siapkan Media Tanam Baru: Gunakan media tanam segar yang sesuai dengan jenis tanaman Anda.
- Keluarkan Tanaman: Miringkan pot, pegang batang tanaman dengan hati-hati, dan tarik perlahan. Jika sulit, pukul-pukul sisi pot atau gunakan pisau untuk melonggarkan media.
- Periksa Akar: Longgarkan sedikit akar yang melingkar di bagian bawah. Pangkas akar yang busuk (hitam, lembek) atau mati.
- Tanam Kembali:
- Letakkan sedikit media tanam baru di dasar pot baru.
- Tempatkan tanaman di tengah, pastikan bagian atas bola akar sejajar dengan bibir pot.
- Isi sisa pot dengan media tanam baru, padatkan perlahan tanpa terlalu menekan. Sisakan sekitar 2-3 cm dari bibir pot untuk ruang penyiraman.
- Siram: Siram tanaman secara menyeluruh setelah repotting untuk membantu media tanam padat dan mengurangi stres.
- Tempatkan di Area Teduh: Hindari sinar matahari langsung selama beberapa hari setelah repotting untuk membantu tanaman beradaptasi.
3. Pembersihan Daun: Agar Tetap Berkilau
Debu yang menumpuk di daun dapat menghalangi fotosintesis dan membuat tanaman terlihat kusam.
Langkah-langkah Membersihkan Daun:
- Lap dengan Kain Lembab: Gunakan kain lembut atau spons yang dibasahi air bersih untuk mengelap permukaan atas dan bawah setiap daun secara perlahan.
- Mandi Shower (untuk Tanaman Kecil): Bawa tanaman ke kamar mandi dan siram perlahan dengan air bersuhu ruangan. Ini juga membantu meningkatkan kelembaban.
- Jangan Gunakan Pengilap Daun Kimia: Produk pengilap daun komersial dapat menyumbat pori-pori daun. Air bersih sudah cukup.
Manfaat Membersihkan Daun:
- Memaksimalkan fotosintesis.
- Membuat tanaman terlihat lebih cerah dan sehat.
- Memungkinkan Anda memeriksa tanda-tanda hama atau penyakit lebih dini.
4. Rotasi Tanaman: Merata Cahaya
Seperti yang disebutkan sebelumnya, rotasi pot secara berkala membantu semua sisi tanaman mendapatkan cahaya yang merata, mencegah pertumbuhan miring dan memastikan bentuk yang seimbang. Putar 90 derajat setiap 1-2 minggu.
Mengatasi Hama dan Penyakit Tanaman Hias
Tidak ada yang lebih membuat frustrasi daripada melihat tanaman kesayangan diserang hama atau penyakit. Kuncinya adalah deteksi dini dan tindakan cepat.
Identifikasi Hama Umum
Kenali musuh-musuh kecil ini:
- Kutu Putih (Mealybugs): Serangga kecil berwarna putih, seperti kapas, yang biasanya bergerombol di ketiak daun atau batang. Menyebabkan daun menguning dan lengket.
- Kutu Sisik (Scale Insects): Serangga kecil berbentuk cangkang keras yang menempel erat pada batang atau bagian bawah daun. Sulit dihilangkan.
- Tungau Laba-laba (Spider Mites): Sangat kecil, sulit terlihat mata telanjang. Menyebabkan bintik-bintik kuning pada daun dan sering meninggalkan jaring tipis di bawah daun atau di antara batang.
- Thrips: Serangga kecil ramping, hitam atau cokelat, yang merusak daun dengan mengisap cairan, meninggalkan bekas keperakan atau cokelat.
- Kutu Daun (Aphids): Serangga kecil berwarna hijau, hitam, atau oranye, bergerombol di pucuk daun muda.